Pengaruh Ekstrak Kulit Durian (Durio zibethinus) terhadap Pertumbuhan Jamur Patogen pada tanaman Kentang (Phytophthora infestans) Secara In Vitro

  • Lailatus Sa'diyah Universitas Negeri Surabaya
  • Rizki Dwi Putri Universitas Negeri Surabaya
  • Alfina Zahwa Universitas Negeri Surabaya
  • Guntur Trimulyono Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Kulit durian, fungi, Phytphthora infestans, pertumbuhan

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah durian terhadap pertumbuhan jamur patogen pada tanaman kentang secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eskperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan variabel manipulasi berupa dosis ekstrak yaitu 15%, 25%, 50% dan 75%, kontrol positif menggunakan Dithane M-45 dan kontrol negatif menggunakan aquadest. Variabel respon yang diamati berupa diameter pertumbuhan jamur patogen tanaman kentang (Phytophthora infestans). Prosedur penelitian meliputi pembuatan ekstrak kulit durian dilanjutkan uji aktifitas antijamur. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka daya hambat pertumbuhan jamur juga semakin besar. Daya hambat ekstrak terhadap pertumbuhan jamur pada konsentrasi ekstrak 50% merupakan yang tertinggi dibandingkan konsentrasi ekstrak lainnya yaitu sebesar 77,3%. Berdasarkan uji anova diperoleh nilai signifikasi yaitu 0,000 (<0,05) dan nilai F sebesar 570,542 artinya ada pengaruh pemberian ekstrak kulit durian terhadap pertumbuhan isolat jamur patogen pada tanaman kentang, sedangkan berdasarkan uji BNT diperoleh hasil bahwa masing-masing konsentrasi berbeda nyata dalam menghambat pertumbuhan isolat jamur patogen pada kentang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian ekstrak kulit durian dapat menghambat pertumbuhan jamur patogen pada tanaman kentang secara in vitro.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amelia. 2010. Pengaruh ekstrak kulit durian (Durio zibethinus Murr) terhadap pertumbuhan Candida albicans. Tesis. Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang, Malang.

Arifin, Z. 2006. Kajian Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) dalam Menekan Perkembangan Penyakit Bercak Ungu (Alternaria Porri) pada Bawang Putih. Disertasi. Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Arlofa, N. 2015. Uji Kandungan Senyawa Fitokimia Kulit Durian sebagai Bahan Aktif Pembuatan Sabun. 1(1):18-2. Jurnal Chemtech.

Ashari, S. 2004. Biologi Reproduksi Tanaman buah-Buahan Komersial. Malang: Bayumedia.

Eni, K., R.R. Widiati, D. Gholib, 2008. Uji Daya Hambat Ekstrak dan Krim Ekstrak Daun Sirih (Piper betle) terhadap Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. hlm. 805-811.

Fagbohun, E. D., Lawal, O. U. & Ore Me. 2012. The Antifungal Activities of the Methanolic Crude Extract of the Leaves of Ocimum gratissimum L., Melanthera scandens A. and Leea guineensis L. on some Phytapogenic Fungi. 1: 12-21. International Jounal of Biology, Pharmacy Allied Science.

Ferling dan Iskandar. 1995. Strategi pendahuluan cara pengendalian penyakit Phytophthora infestans pada kentang secara terpadu. Risalah Kongres Nasional XII dan Seminar Ilmiah PFI di Yogyakarta 6-8 September 1993. PFI, Yogyakarta. hlm. 735-740.

Fry, W. E. dan Goodwin, S. B. 1997. Re-emergence of Potato and Tomato Late Blight in the United State. Plant Disease 81(12).

. dan Niklaus J. G. 2010. Introduction to Oomycetes. The Plant Health Instructor. DOI:10.1094/PHI-I-2010-1207-01.

Juariah, S. 2016. Efektifitas Ekstrak Kulit Durian (Durio zibethinus L.) sebagai Penghambat pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes. (online). https://www.researchgate.net/publication/319236636_Efektivitas_Ekstrak_Kulit_Durian_Durio_zibethinus_L_Sebagai_Penghambat_Pertumbuhan_Trichophyton_mentagrophytes. [Diakses pada tanggal 26 Maret 2018].

Katayama, K. & Teramoto, T. 1997. Seed Potato Production and Control of Insect Pest and Diseases in Indonesia. Agrochemicals Japan Journal.

Khan, M. A. & Zhihui, C. 2010. Influence of Garlic Root Exudates on Cyto-Morphological Alteration of The Hyphae of Phytophthora capsici, The Cause of Phytophthora Blight in Pepper. 42 (6): 4353-4361. Journal Botanical.

Kusmana, C., S. Wilarso., I. Hilwan., Pamungkas., C. Wibowo., T. Tiryana., A.Triswanto., Yusnawi & Hamzah. 2003. Teknik Rehabilitasi Mangrove. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Martoredjo T. 1992. Pengendalian Penyakit Tanaman. Yogyakarta : Andi Offset.

Mukhriani. 2014. Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif. 7 (2). Jurnal Kesehatan.

Nurul R., dan Aditya R, 2010. Uji Fungistatik Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) terhadap Candida albicans. 7(2):17-24. Jurnal Bioscientae.

Parwata, O. A. & Dewi P. S. 2008. Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri dari Rimpang Lengkuas (Alpinia galangal L.). Jurnal Fakultas Kimia Universitas Udayana.

Philippe, P., Souaibou, F., Jean-Pierre, N., Brice, F., Paulin, A., Issaka, Y. & Dominique, S. 2012. Chemical Composition and In Vitro Antifungal Activity of Zingiber Officinale Essential Oils in Against Foodborne Pathogens Isolated from Traditional Cheese Wagashi Product in Benin. 2 (9): 20-28. International Journal of Biosciences (IJB),

Pratiwi, S. 2008. Aktivitas Antibakteri Tepung Daun Jarak (Jatropha curcas L.) pada Berbagai Bakteri Saluran Pencernaan Ayam Broiler Secara in vitro. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prescott, L. M. 2005. Mycrobiology. Edisi ke-6. Mc. Graw-Hill. New York. USA.

Rahayu, T. 2009. Uji Antijamur Kombucha Coffee Terhadap Candida albicans dan Tricophyton mentagrophytes. 10 (1) : 10 – 17. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi.

Rukmana. 1997. Ubi jalar-Budidaya dan pasca panen. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Sarker, Satyajit D., Zahid Latif, & Alexander I. Gray (Ed). 2006. Natural Products Isolation. Totowa : Humana Press.

Septianoor, M. H., Carabelly, A. M., dan Apriasari, M. L.. 2013. Uji Efektivitas Antifungi Ekstrak Metanol Batang Pisang Mauli (Musa sp) Terhadap Candida albicans. 62(1): 7-10. Jurnal PDGI.

Setyowati, Hanny, Hanifah, Hananun Zharfa dan Nugraheni, Rr Putri. 2013. Krim Kulit Buah Durian (Durio zibethinus L.) Sebagai Obat Herbal Pengobatan Infeksi Jamur Candida albicans. Strata 1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “Yayasan Pharmasi” Semarang.

Published
2019-09-17
How to Cite
Sa’diyah, L., Putri, R., Zahwa, A., & Trimulyono, G. (2019). Pengaruh Ekstrak Kulit Durian (Durio zibethinus) terhadap Pertumbuhan Jamur Patogen pada tanaman Kentang (Phytophthora infestans) Secara In Vitro. Biotropic : The Journal of Tropical Biology, 3(2), 129-134. Retrieved from http://jurnalsaintek.uinsby.ac.id/index.php/biotropic/article/view/491