METODE PENGUMPULAN TERIPANG RAMAH LINGKUNGAN (STUDI KASUS PENGGUNAAN GARIT DI SUKOLILO, SURABAYA)

  • Rizqi Abdi Perdanawati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Abstract

Teripang (sea cucumber) merupakan filum Echinodermata dan kelas Holothuroidea adalah salah satu hasil laut di wilayah Sukolilo, Surabaya. Masyarakat memanfaatkan hasil laut tersebut untuk berbagai makanan olahan diantaranya kripik/krupuk teripang yang diperjual-belikan di wilayah tersebut. Metode penangkapan teripang perlu diperhatikan untuk menjamin keberlangsungan dan kestabilan stok teripang di alam. Metode penangkapan teripang yang dilakukan masyarakat Sukolilo, Surabaya perlu dikaji untuk melihat keramahan lingkungan metode yang digunakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai jenis, struktur, serta material alat tangkap yang digunakan lalu bagaimana teknis penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode wawancara dan observasi lapang. Hasil wawancara dan observasi kemudian di analisa menggunakan analisa deskriptif. Alat tangkap yang digunakan masyarakat Sukolilo, Surabaya dalam menangkap teripang adalah menggunakan Garit. Garit merupakan alat tangkap teripang yang terbuat dari rangkaian besi dengan ujung yang runcing untuk menjebak teripang. Teknis penangkapan teripang adalah dengan menjatuhkan beberapa garit yang di ikat dengan tali yang dihubungkan dengan kapal. Pada akhir pembahasan juga mengkaji penggunaan alat tangkap Garit jika dilihat kesesuaian nya dengan peraturan perundangan. Hasilnya adalah alat tangkap Garit tidak melanggar UU nomor 45 tahun 2009 tentang Penggunaan Alat Tangkap Perikanan Tidak Ramah Lingkungan.  

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-10-15
How to Cite
Perdanawati, R. (2018). METODE PENGUMPULAN TERIPANG RAMAH LINGKUNGAN (STUDI KASUS PENGGUNAAN GARIT DI SUKOLILO, SURABAYA). Marine Journal, 3(01), 27-32. Retrieved from http://jurnalsaintek.uinsby.ac.id/index.php/marine/article/view/353
Section
Articles