Pengaruh Komposisi 2,4-D dan BAP Terhadap Pembentukan Kalus Eksplan Pucuk Nilam (Pogostemon Cablin Benth.) secara In Vitro dengan Pemotongan Horizontal dan Vertikal

  • Khairan Khairan Departemen Farmasi, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
  • Betty Mauliya Bustam ARC-PUIPT Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  • Yunita Departemen Biologi, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
  • Riska Meilinda Departemen Kimia, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
  • Raudhatul Muna Departemen Biologi, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
Keywords: Pogostemon cablin Benth, Callus, horizontal and vertical cutting method, 2,4-D, BAP

Abstract

This study aims to determine the effect of 2,4-Diclorophenoxy Acetic Acid (2,4-D) and Benzyl Amino Purin (BAP) on the formation of callus of patchouli (Pogostemon cablin Benth.) shoot explants by horizontal and vertical cutting methods. The parameters that observed in this study were the percentage growth of callus, time appearance of callus, weight of callus and the morphology of callus. The results showed that horizontal cutting method was able to induce callus growth with the percentages growth of callus were 18,75%, with the time appearance of callus was at 16 days at P1; P10; P12; P13 dan P14. The highest weight of callus obtained was 0.19 grams at P8. The results also showed that the callus yielded had a yellow and cream color, with a compact and crumb textures. Meanwhile, the vertical cutting method was able to induce callus formation with the percentage growth of callus were 12,5%. The fastest time of callus appearance was obtained in P6 and P8, which was 12 day after planting with the highest weight of callus obtained was 0.05 grams at P12.   The results also showed that vertical cutting method had brown and dark-brown of callus with a compact and crumb textures.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Z. 1994. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Angkasa, Bandung.

Admojo, L., dan NE. Prasetyo. 2016. Pengaruh Sterilan Terhadap Tingkat Kontaminasi Pada Kultur Petiol dan Midrib Daun Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) Klon PB 330. Jurnal Penelitian Karet. 32, 151-164.

Ariningsih, I., Solichatun, dan A. Endang. 2003. Pertumbuhan Kalus dan Produksi Antrakuinon Mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada Media Murashige-Skoog (MS) dengan Penambahan Ion Ca2+ dan Cu2+. Biofarmasi, 1(2), 39-43.

Davies, PJ. 1990. Plant Hormones adn Their Role in Plant Growth and Development. Kluwer Academic Publisher, USA.

Dwi, NM. 2012. Pengaruh Pemberian Air Kelapa dan Berbagai Konsentrasi Hormon 2,4-D Pada medium MS Dalam Menginduksi Kalus Tanaman Anggur (Vitis vinera L.). Jurnal Natural Science, 1(1), 53-62.

Eriansyah,. M., Susiyanti., dan Y. Putra. 2014. Pengaruh Pemotongan Eksplan dan Pemberian Beberapa Konsentrasi Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Eksplan Pisang Ketan (Musa paradisiaca) Secara In Vitro. Jurnal Agrologia, 3(1), 54-61.

George, EF., andDP. Sherrington. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Exegetics Limited, England.

Gray, DJ. 2005. Propagation from Nonmeristematik Tissue Culture: Non Zygotic Embryogenesis. RCR Press LCC, New York.

Gunawan, LW. 1988. Teknik Kultur Jaringan. IPB, Bogor.

Habibah, NA., Sumadi, dan S. Ambar. 2013. Optimalisasi Sterilisasi Permukaan Daun dan Eleminasi Endofit pada Burahol. Jurnal Biosaintifika. 5, 94-98.

Hendaryono, DPS., and A. Wijayani. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta.

Indah, N., dan D. Ermavitalini. 2013. Induksi kalus Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn.) Pada Beberapa Kombinasi Konsemtrasi 6-Benzilaminopurin (BAP) dan 2,4-Diclorophenoxyatic Acid (2,4-D). Jurnal Sains dan Seni Pomits, 2(1), 2337-3520.

Indah, PN,. danD. Ermavitalini. 2013. Induksi Kalus Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) pada Beberapa Kombinasi Konsentrasi BAP dan 2,4-Dichlorophenoxy acetic acid. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2, 2337-3520.

Indah, PN., danD. Ermavitalini. 2013. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. Jurnal Biogen. 7, 63-68.

Indria, W., Mansyur., dan A. Husni. 2017. Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh 2,4-Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D) Terhadap Induksi Kalus dan Penambahan Zat Pengatur Tumbuh Benzyl Adenin (BA) Terhadap Induksi Kalus Embriogenik Rumput Gajah Varietas Hawaii (Pennisetum purpureum cv. Hawaii)(In Vitro). Jurnal Fakultas Peternakan UNPAD. 1, 1-12.

Kardinan, A., and L. Mauludi. 2004. Nilam : Tanaman Beraroma Wangi untuk Industri Parfum dan Kosmetik. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Khaniyah, S., Habibah, NA., dan Sumadi. 2012. Pertumbuhan Kalus Daun Dewa (Gynura procumbens Merr.) dengan Kombinasi 2,4-Dichlorophenoxy Acetic Acid dan Kinetin Secara In vitro. Biosaintifika. 4(2).

Kristina, NN., Noveriza, R., Syahid, S., dan M. Rizal., 2008. PeluangPeningkatan Kadar Kurkumin pada Tanaman Kunyit Dan Temulawak. Badan Litbang Pertanian. Jurnal Balittro, 9(2), 12-17.

Lestari, EG. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agrobiogen. 7, 63-68.

Lizawati. 2012. Induksi Kalus Embriogenik dari Eksplan Tunas Apikal Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan Penggunaan 2,4-D dan TDZ. ISSN:2302-6472. 1, 75-87.

Lizawati., Novita, T., danR. Purnamaningsih. 2009. Induksi dan Multiplikasi Tunas Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Secara In vitro. Jurnal Agron, 37(1), 78-85.

Maulana, MR., Restanto, DP., dan Slameto. 2019. Pengaruh Konsentrasi 2,4-Dichlorophenoxy Acetic Acid Terhadap Induksi Kalus Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L.). Jurnal Bioindustri. 1, 138-148.

Mellisa, dan A. Febliza. 2018. Pengaruh Hormon NAA dan IBA pada Eksplan Nibung (O. Tiggilarium) Terhadap Umur Muncul Kalus (Hari). Jurnal Bioterdidik. 6, 1-6.

Nuryani, Y. 2006. Budidaya Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.). Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aromatik, Bogor.

Nuryani, Y. 2006. Karakteristik Empat Aksesi Nilam. Buletin Plasma Nutfah. 12,45-49.

Prabakti, HD., Restanto, DP., danS. Avivi. 2017. Pengaruh Macam Eksplan dan Konsentrasi 2,4-D Terhadap Induksi Kalus Kluwek (Pangium edule Reinw.) In vitro. AGROTECH Science Journal. 3, 39-58.

Priyono, D., Suhandi, dan Matsaleh. 2000. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh IAA dan 2-IP pada Kultur Jaringan Bakal Buah Pisang. Jurnal Hortikultura. 10, 183-190.

Priyono., danS. Winarsih, S2000). Pengaruh Arah dan Ukuran Potongan Sisik Umbi Kerk Lily (Lilium longiflorum Thumb.) Terhadap Pembentukan Tunas Mikro dan Bulblet Secara In vitro. Jurnal Berhta Biologi. 5, 85-92.

Rainiyati dan Martino. 2007. Perkembangan Pisang Raja Nangka (Musa sp.) Secara Kultur Jaringan dari Eksplan Anakan dan Meristem Bunga. Jurnal Agronomi. 1, 35-40.

Rinanto, Y. 2011. Induksi Kalus dan Deteksi Kandungan Alkaloid daun Jarak (Jatropha curcas L.) Menggunakan Hormon 2,4-D dalam Media MS (Murashige& Skoog). Jurnal Agrovigor. 4(1).

Rosyidah., Muchuriyah., Ratnasari, E., dan YS Rahayu. 2014. Induksi Kalus Daun Melati (Jaminum sambac) dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi 2,4-Dichlorophenoxy acetic acid (2,4-D) dan Benzil amino purin (BAP) pada Media MS Secara In vitro. LenteraBio. 3, 1-4.

Rusdianto, danA. Indrianto. 2012. Induksi Kalus Embriogenik pada Wortel (Daucus carota) Menggunakan 2,4-D. Bionature. 13, 136-145.

Santoso, and N. Fatimah. 2003. Kultur Jaringan Tanaman. UMM Press, Malang.

Santoso, and Nursandi. 2001. Kultur Jaringan Tanaman. UMM press, Malang.

Silaen, RA. 2018. Pengaruh Pemberian Benzil Amino Purin (BAP) dan Pola Pemotongan Eksplan Terhadap Pembentukan Tunas Manggis (Garcinia mangostana L.) Secara In Vitro. Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajaran (ISSN. 2656-1670). Universitas Negeri Medan, Medan.

Sitinjak, MA., Isda, MN., dan S. Fatonah. 2015. Induksi Kalus dari Eksplan Daun In Vitro Keladi Tikus (Typhonium sp.) dengan Perlakuan 2,4-D dan Kinetin. Al-Karuniyah Jurnal Biologi. 8, 32-38.

Sitorus, EN., Hastuti, ED., danN. Setiari, N. (2011). Induksi Kalus Binahong (Basella rubra L.) Secara In vitro Pada Media Murashige &Skoog Dengan Konsenrasi Sukrosa yang Berbeda. Jurnal BIOMA. 3(1).

Subarnas, A. 2011. Produksi Karantina Melalui Kultur Jaringan. Penerbit Lubuk Agung, Bandung.

Sudarmadji. 2003. Pengaruh Benzyl Amino Purin pada Pertumbuhan Kalus Kapas Secara In Vitro. Jurnal Teknik Pertanian, 8(1), 8-10.

Sugiyarto, L., dan PC. Kuswandi, 2013. Eksplorasi Metode Sterilisasi dan Macam Media Untuk Perbanyakan Durian (Durio zibethinus L.) Secara In Vitro. Jurnal Sains Dasar. 2, 20-24.

Wattimena, GA., Gunawan, LW., and Harjadi, SS. 1986. Penelitian Kultur Jaringan Beberapa Tanaman Hortikultur Penting. IPB Press, Bogor.

Wetter, LR., and F. Constabel. 1991. Metode Kultur Jaringan Tanaman. ITB Press, Bandung.

Widyawati, G. 2010. Pengaruh Variasi Konsentrasi NAA dan BAP Terhadap Induksi Kalus Jarak Pagar Jatropha.

Yuhono, JT. 2014. Strategi Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak dalam Agribisnis Nilam. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan BALLITRO, Bogor.

Yusnita. 2003. Kultur Jaringan. PT Agro Media Pustaka, Tangerang.

Zulkarnain, H. 2014. Kultur Jaringan Tanaman Solusi Perbanyakan Tanaman Budi Daya. Bumi Aksara, Jakarta.

CROSSMARK
Published
2021-02-27
DIMENSIONS
How to Cite
KhairanK., BustamB. M., Yunita, MeilindaR. and MunaR. (2021) “Pengaruh Komposisi 2,4-D dan BAP Terhadap Pembentukan Kalus Eksplan Pucuk Nilam (Pogostemon Cablin Benth.) secara In Vitro dengan Pemotongan Horizontal dan Vertikal ”, Biotropic : The Journal of Tropical Biology, 5(1), pp. 9 - 20. doi: 10.29080/biotropic.2021.5.1.9 - 20.