Studi Literatur Teknologi Fitoremediasi untuk Pemulihan Ekosistem Laut Terkontaminasi Logam Berat

  • Widya Nilandita

Abstract

Ekosistem laut disinyalir banyak terkontaminasi bahan pencemar baik organik maupun in organik. Pencemaran inorganik berupa logam berat berasal dari berbagai aktivitas seperti industri, kapal dan pelabuhan, tumpahan minyak, pengolahan limbah maupun kegiatan pertambangan. Letak geografis ekosistem estuari sangat berpeluang menjadi tempat penumpukan limbah yang berasal dari kegiatan sepanjang pantai dan kegiatan sebelah hulu. Keseimbangan ekologi lingkungan perairan pantai akan tetap terjaga apabila keberadan mangrove dipertahankan karena mangrove dapat berfungsi sebagai biofilter, agen pengikat dan perangkap polusi. Teknologi-teknologi konvensional ini dianggap tidak ekonomis dan berdampak negative bagi ekosistem perairan. Studi literatur ini membahas tentang penggunaan mangrove dan cara menghitung potensi tumbuhan mangrove untuk fitoremediasi ekosistem laut yang terkontaminasi logam berat. Mangrove mempunyai kemampuan dalammenyerap logam berat, sehingga bisa digunakan untuk proses fitoremediasi pada ekosistem laut terutama ekosistem astuari.Kata kunci: Kontaminasi logam berat, Ekosistem Laut, Fitoremediasi, Mangrove

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2015-09-01
How to Cite
Nilandita, W. (2015). Studi Literatur Teknologi Fitoremediasi untuk Pemulihan Ekosistem Laut Terkontaminasi Logam Berat. Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 1(1), 46-50. Retrieved from http://jurnalsaintek.uinsby.ac.id/index.php/alard/article/view/33
Section
Articles