Dimensi Persepsi Penggunaan Mesin Parkir Elektronik

  • Fairuz Nabilah Institut Teknologi Bandung
  • Hanson E Kusuma Institut Teknologi Bandung
Keywords: dimensi persepsi, mesin parkir elektronik, parkir, persepsi

Abstract

Parkir di bahu jalan merupakan cara parkir yang praktis dan dilakukan hampir di semua kota. Tetapi, cara tersebut dapat menimbulkan ketidaktertiban, kemacetan, pungutan liar, dan permasalahan lainnya. Sebagian pemerintah daerah mulai memperkenalkan penggunaan mesin parkir elektronik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dimensi persepsi masyarakat terhadap penggunaan mesin parkir elektronik. Data dikumpulkan dengan survei daring dan dianalisis menggunakan analisis korespondensi, analisis faktor, dan anova. Hasil analisis menunjukkan hampir semua responden baik yang pernah dan belum pernah menggunakan mesin parkir elektronik, cenderung antusias ingin memakai mesin tersebut. Dari hasil analisis terungkap tiga dimensi persepsi penggunaan mesin parkir yaitu Keamanan dan Ketertiban, Pemanfaatan Teknologi, dan Kejelasan Tarif. Responden yang setuju pada penggunaan mesin parkir elektronik cenderung memiliki persepsi positif terhadap tiga dimensi tersebut. Responden yang tidak setuju cenderung memiliki persepsi negatif terhadap tiga dimensi tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Fairuz Nabilah, Institut Teknologi Bandung
Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan
Hanson E Kusuma, Institut Teknologi Bandung
Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan

References

Astuti, Y. (2015). Radio Frequency Indentification (RFID) untuk Keamanan Parkir Sepeda Motor di SMK X. Respati, 10(29). doi: 10.35842/jtir.v10i29.136

Darwin, D., Kridalaksana, A. H., & Khairina, D. M. (2014). Sistem manajemen Parkir Menggunakan Teknologi Radio Frequency and Identification (Studi Kasus Fakultas MIPA Universitas Mulawarman). Jurnal SIFO Mikroskil, 15(1), 31-40–40.

Effendy, Y. (2014). Mencari Solusi Manajemen Dalam Pemenuhan Target Penerimaan Pajak Dan Retribusi Parkir Di Kota Medan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 14(01). doi: 10.30596/jimb.v14i01.119

Gea, M. S. A., & Harianto, J. (2012). Analisis Kinerja Ruas Jalan Akibat Parkir Pada Badan Jalan ( Studi Kasus: Pasar dan Pertokoan di Jalan Besar Delitua ). Jurnal Teknik Sipil USU, 1(2), 1–10.

Habsyah, V., Christyono, Y., & Santoso, I. (2011). Aplikasi Sistem Parkir dengan Automatisasi Pembiayaan Berbasis RFID (Radio Frequency Identification). Transmisi, 13(3), 108–113. doi: 10.12777/transmisi.13.3.108-113

Kurniadi, F., Pramitasari, D., & Wijono, D. (2012). Konsep Perilaku Teritorialitas di Kawasan Pasar Sudirman Pontianak. Vokasi, 8(3), 197–208.

Patmadjaja, H., Urbanus, J., Tjahjaputra, P., & Setiawan, R. (2003). Pengaruh Kegiatan Perparkiran di Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Studi Kasus Jalan Kertajaya. Civil Engineering Dimension, 5(2), 63–74. doi: 10.9744/ced.5.2.pp. 63-74

Purwadi, J., & Istiyanto, J. E. (2005). Pemrograman Interaktif SIPP: Program Informasi Pengaturan dan Penjadwalan Parkir Berbasis Cerdas. E1–E6. Yogyakarta: Universitas Kristen Satya Wacana.

Sekneg RI. Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan. , No 43 PP § (1993).

Tamin, O. Z. (1992). Pemecahan Kemacetan Lalu Lintas Kota Besar. Jurnal PWK, 4(II), 10–17.

Published
2019-10-13
How to Cite
Nabilah, F., & Kusuma, H. (2019). Dimensi Persepsi Penggunaan Mesin Parkir Elektronik. EMARA: Indonesian Journal of Architecture, 5(1), 41-45. https://doi.org/10.29080/eija.v5i1.542