Pengujian Kuat-Lentur Bambu Petung Yang Diawetkan Dengan Metode Perebusan

  • Efa Suriani Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Keywords: bambu petung, pengawetan bambu, kuat lentur

Abstract

Penggunaan material bambu telah dikenal penggunaannya sejak jaman dahulu. Namun bambu juga dikenal memiliki beberapa kelemahan, diantaranya rentan terhadap serangan rayap dan jamur bila terkena air. Oleh karenanya diperlukan perlakuan khusus untuk memperpanjang usia penggunaan bambu bila hendak digunakan sebagai material konstruksi. Metode pengawetan dengan perebusan adalah salah satu metode baru yang diterapkan dilapangan untuk memenuhi pasokan bambu awet, selain metode Visual Soak Diffusion (VSD) yang cenderung memakan waktu yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik kuat-lentur bambu Petung dengan metode pengawetan perebusan. Hasil pengujian memperlihatkan peningkatan kuat-lentur bambu yang signifikan (dua puluh persen lebih kuat-lentur) setelah diawetkan dengan metode perebusan, meskipun kadar air dalam bambu meningkat yang berimbas pada potensi serangan jamur. Hal ini dapat diatasi dengan cara menambahkan bahan anti jamur pada larutan pengawetan. Metode pengawetan dengan perebusan ini mampu menjadi alternatif utama pengganti bahan pengawet kimia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Irawati, I., & Saputra, A. (2012). Analisis statistik sifat mekanika bambu petung. Proceeding Simposium Sinar Bambu I. Yogyakarta.

ISO 22157-1. (2004). Bamboo -- Determination of physical and mechanical properties -- Part 1: Requirements. Retrieved October 2, 2018, from http://www.iso.org/cms/render/live/en/sites/isoorg/contents/data/standard/03/61/36150.html

ISO 22157-2. (204AD). Bamboo -- Determination of physical and mechanical properties -- Part 2: Laboratory manual. Retrieved October 2, 2018, from http://www.iso.org/cms/render/live/en/sites/isoorg/contents/data/standard/03/83/38360.html

Morisco, R. (1999). Rekayasa Bambu. Yogyakarta: Nafiri Offset.

Oka, G. M. (2005). Cara Penentuan Kelas Kuat Acuan Bambu Petung. MEKTEK, 7(2).

Sumarni, S. (2010). Struktur Kayu. Surakarta: Yuma Pustaka.

Suriani, E. (2017). Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis: Potensi dan Tantangannya. EMARA Indonesian Journal of Architecture, 3(1), 33–42. doi:10.29080/emara.v3i1.138

Suriani, E. (2018). Kajian Terhadap Variasi Metode dan Bahan Pengawet pada Proses Pengawetan Bambu-Kayu di Indonesia. EMARA Indonesian Journal of Architecture, 4(1), 54–64. doi:10.29080/emara.v4i1.338

Widjaja, E. (2000). Bamboo Diversity and Its Future Prospect in Indonesia (pp. 235–240). Presented at the Proceedings of The Third International Wood Science Symposium.

Widnyana, K. (2008). Bambu dengan Berbagai Manfaatnya. Bumi Lestari Journal of Environment, 8(1). Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/2418

Published
2019-02-01
How to Cite
Suriani, E. (2019). Pengujian Kuat-Lentur Bambu Petung Yang Diawetkan Dengan Metode Perebusan. EMARA Indonesian Journal of Architecture, 4(2), 112-118. https://doi.org/10.29080/eija.v4i2.418