Kajian Terhadap Variasi Metode dan Bahan Pengawet pada Proses Pengawetan Bambu-Kayu di Indonesia

  • Efa Suriani Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Keywords: preservation method, preservation material, bamboo, wood

Abstract

Bamboo and wood are natural materials, each of which has a variety of uniqueness. Among its uniqueness is an irreplaceable building material between one another. However, weaknesses are also found in them especially related to termites or powder beetles. To be able to obtain maximum results in the use of these two materials, the preservation process was needed as a special treatment. With a variety of Bamboo preservation techniques, this paper tries to identify and examine various studies and best practices related to the Bambu-kayu preservation method in Indonesia. A qualitative approach was used with literature study techniques, field observations and in-depth interviews with entrepreneurs in preserving bamboo. From the results of the study obtained an illustration that the preservation method carried out depends on the needs of the user. It is also known that 10% Borak Boric concentrate has been able to be a chemical preservative that can be trusted to maximize material age. There should also be research on other preservatives, both chemical ones such as pyrolysis oil from plastic waste, as well as natural ones such as coconut shell liquid smoke and  tobacco. Further research can also be focused on the strength of bamboo preserved by the preservation / boiling method. In addition to optimal material service age, it is necessary to consider several other criteria such as the ability to be mass produced / according to industry needs and able to be implemented significantly. Thus, it is expected that preservatives will be obtained that are safe for humans, environmentally friendly, workable and economical.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, S. P. A. (2017). Teknologi Asap Cair Dari Tempurung Kelapa, Tongkol Jagung, dan Bambu Sebagai Penyempurna Struktur Kayu. Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri, D18-6.

Barly, & Sumarni, G. (1997). Cara Sederhana Pengawetan Bambu Segar. BULETIN PENELITIAN HASIL HUTAN, 15(2), 79–86.

Charomaini Z, I. M. (2014). Budidaya Bambu Jenis Komersial. IPB Press.

Damayanti, D. P., Agustiningtyas, R. S., & Kuswara. (2017). Analisis Jalur Kritis Penerapan Teknologi Pada Konstruksi Atap Sirap Bambu. JURNAL PEMUKIMAN, 12(2), 94–107.

Darmono, Atun, S., & Prasetyo, S. (2013). Pemanfaatan Campuran Boraks Dan Asam Borat Sebagai Bahan Pengawetan Kayu Terhadap Serangan Rayap. INOTEK, 17(1), 82–99.

Daviyana, S. A., Wardenaar, E., & Yanti, H. (2010). Pemanfaatan Ekstrak Kulit Kayu Gerunggang (Cratoxylon arborescens BI) Untuk Pengawetan Kayu Karet (Hevea brasiliensis) dari Serangan Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren), 199–207.

Dewi, S. Y., Pratiknyo, H., & Suparjana, T. B. (2013). Pengaruh Lama Perendaman Kayu Albasia Dalam Minyak Pirolisis Sampah Plastik Terhadap Serangan Rayap Tanah, 1–15.

Djarwanto, & R.Sudradjat. (2002). Pengawetan Kayu Mangium Secara Rendaman Panas-Dingin Dengan Bahan Pengawet Boron Dan CCB. BULETIN PENELITIAN HASIL HUTAN, 20(1), 12–19.

Hadikusumo, S. A. (2007). Pengaruh Ekstrak Tembakau Terhadap Serangan Rayap Kayu Kering Pada Bambu Apus. JURNAL ILMU KEHUTANAN, I(2), 47–54.

Hadjar, N., Pujirahayu, N., & Khaeruddin, M. (2016). Pemanfaatan Kulit Bakau (Rhizophora mucronata) Sebagai Bahan Pengawet Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Terhadap Serangan Kumbang Bubuk (Dinoderus minutus). ECOGREEN, 2(2), 89–96.

Hamzah, N., Pujirahayu, N., Hadjar, N., & Rosdia, W. ode. (2018). Pengaruh Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium Aromaticum) dalam Pengawetan Bambu Betung (Dendrocalamus Asper Backer) Terhadap Serangan Kumbang Bubuk. ECOGREEN, 4(1), 39–42.

Hamzah, N., Pujirahayu, N., & Tama, S. R. (2016). Pemanfaatan Boraks Untuk Pengawetan Bambu Betung Terhadap Serangan Rayap Tanah. Ecogreen, 2.

Handayani, S. (2007). Pengujian Sifat Mekanik Bambu (Metode Pengawetan dengan Boraks), 12.

Hirmawan, B. D., Kurniawati, E., & Indriyani, M. (2010). Pengawetan Bambu Dengan Alat Buchery-Morisco Menggunakan Pestisida Nabati Campuran Ekstrak Biji Mimba Dan Filtrat Umbi Gadung Sebagai Bahan Pengawet Bambu Ramah Lingkungan (LAPORAN) (hlm. 24). MALANG: UNIVERSITAS NEGERI MALANG.

Ismail, I., Morisco, & Prayitno, T. . (2010). Sifat Pengawet Air Laut Pada Bambu Ampel Menggunakan Metode Boucherie-Morisco.

Kusumaningsih, K. R. (2008). Sifat Penyerapan Bahan Pengawet pada Beberapa Jenis Kayu Bangunan, 10.

Lewar, D. O. (2015). Pengaruh Bahan Pengawet Akonafos Dan Buah Bintaro Terhadap Ketahanan Kayu Akasia (Acacia mangium) Dengan Sistem Kubur (Tugas Akhir). Samarinda: Program Studi Pengolahan Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Listyorini, R., Murtiono, E. S., & Agustin, R. S. (2018). Pengaruh Konsenterasi Asam Sulfat Dan Lama Perendaman Terhadap Kuat Lentur Kayu Kelapa Implementasi Pada Mata Kuliah Ilmu Bahan Bangunan. IJCEE, 4(1), 79–89.

Mahdi, A. (2009). Pengawetan Kayu Karet (Hevea brasiliensis) Menggunakan Trusi Dengan Metode Vakum Tekan (Tugas Akhir). Samarinda: Program Studi Pengolahan Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Muslich, M., & Rulliaty, S. (2014). Ketahanan Bambu Petung Yang Diawetkan Dengan CCB Terhadap Serangan Penggerek Di Laut. JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN, 32(3), 199–208.

Negara, I. S., Simpen, I., & Sasmita, G. M. A. (2017). Pengawetan Ramah Lingkungan Pada Usaha Bambu Tradisional Berorientasi Ekspor Di Desa Belega Gianyar. BULETIN UDAYANA MENGABDI, 16(2), 64–70.

Nola, A. N. (2016). Pemanfaatan Asap Cair Dari Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Pengawet Kayu Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) (TUGAS AKHIR) (hlm. 51). Samarinda: Program Studi Pengolahan Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

Novriyanti, E., & Nurrohman, E. (2004). Pengawetan Bambu Talang Secara Sederhana. JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN, 22(4), 223–230.

Nurkertamanda, D., Andreina, W., & Widiani, M. (2011). Pemilihan Parameter Pre Treatment Pada Proses Pengawetan Bambu Leminasi. J@TI Undip, VI(3), 155–160.

Pangestuti, E. K., Lashari, & Hardomo, A. (2016). Pengawetan Kayu Sengon Melalui Rendaman Dingin Menggunakan Bahan Pengawet Enbor SP Ditinjau Terhadap Sifat Mekanik. JURNAL TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN, 18(1), 55–64.

Penus, Diba, F., & Sisillia, L. (2017). Pengaruh Lama Pengasapan Terhadap Sifat Fisik Dan Mekanik Kayu Laban (Vitex pubescens) Dan Akasia (Acacia mangium Wild). JURNAL HUTAN LESTARI, 5(3), 732–740.

Permana, R. D., & Husni, H. (2017). Efektivitas Bioatraktan Dari Bahan Alami Terhadap Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren). JURNAL HUTAN LESTARI, 5(3), 629–688.

Petandung, P. (2014). Pengaruh Pengawetan Rendaman Dingin Asam Borak Terhadap Kualitas Papan Dan Bingkai Reng Kayu Aren Sebagai Bahan Bangunan. JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INDUSTRI, 6(1), 31–42.

Pojoh, B. (2017). Pengaruh Perendaman Dalam Air Sungai Dan Air Laut Terhadap Daya Tahan Tulangan Bambu Petung Asal Tomohon. JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INDUSTRI, 9(1), 37–48.

Prasetyo, S., & Darmono. (2012). Efektivitas Pengawetan Kayu Terhadap Serangan Rayap Dengan Menggunakan Bahan Pengawet Ekstrak Tembakau Dan Urea. JURNAL TEKNIK SIPIL, 1–15.

Prawira, H., Oramahi, H. ., Setyawati, D., & Diba, F. (2009). Aplikasi Asap Cair Dari Kayu Laban (Vitex pubescens Vahl) Untuk Pengawetan Kayu Karet, 16–22.

Priadi, T., & Pratiwi, G. A. (2014). Sifat Keawetan Alami Dan Pengawetan Kayu Mangium, Manii Dan Sengon Secara Rendaman Dingin Dan Rendaman Panas Dingin. JURNAL TEKNOLOGI KAYU TROPIS, 12(2), 118–126.

Pujirahayu, N., Uslinawaty, Z., & Hadjar, N. (2015). Pemanfaatan Tannin Kulit Kayu Akasia Untuk Pengawetan Jati Putih (Gmelina arborea) Terhadap Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus holmgren). ECOGREEN, 1(1), 29–36.

Siswanto, M. F., Saputra, A., & Amrulloh, H. (2011). Pengaruh Pengawetan Bambu Wulung Dengan Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Mortalitas Rayap Kayu Kering. Dinamika TEKNIK SIPIL, 11(2), 151–154.

SNI 03-5010.1-1999. (t.t.). Pengawetan Kayu Untuk Perumahan Dan Gedung.

Suhaendah, E., & Siarudin, M. (2014). Pengawetan Kayu Tisuk Melalui Rendaman Dingin Dengan Bahan Pengawetan Boric Acid Equivalent. JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN, 32(2), 103–110.

Sulistyowati, C. A. (1997). Pengawetan Bambu. WACANA, 6, 11–13.

Sumedi, A., Budiarso, E., & Kusuma, I. W. (2011). Pemanfaatan Asap Cair Dari Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Pengawet Kayu Karet (Hevea Brasiliensis Muell.Arg). JURNAL KEHUTANAN TROPIKA HUMIDA, 4(1), 1–11.

Suriani, E. (2017). Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis: Potensi dan Tantangannya. EMARA: Indonesian Journal of Architecture, 3(1), 33-42

Susilaning, L., & Suheryanto, D. (2012). Pengaruh Waktu Perendaman Bambu Dan Penggunaan Borak-Barik Terhadap Tingkat Keawetan Bambu. PROSIDING SEMINAR NASIONAL APLIKASI SAINS &TEKNOLOGI (SNAST), III, A94–A101.

Ulfah, D., Lusyiani, & Harionarso, B. (2015). Pengaruh Lama Penyimpanan Cuka Kayu Galam Pada Pengawetan Kayu Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Terhadap Serangan Rayap. JURNAL HUTAN TROPIS, 4(1), 21–27.

Wardiha, M. W., & Dibya, I. K. Y. P. (2017). Karakteristik Limbah Pengawet Bambu Petung Dan Gewang Yang Mengandung Boron Dan Copper-Chrome-Boron Serta Alternatif Pengelolaannya. JURNAL PEMUKIMAN, 12(2), 64–69.

Wardyani, Y., Diba, F., & Nurhaida. (2017). Pewarnaan Kayu Sengon (Paraserainthes falcataria Linn) Dari Ekstrak Limbah Kulit Kayu Bakau (Rhizophora apiculata Blume) : Uji Ketahanan Warna Dan Keawetan Kayu. JURNAL HUTAN LESTARI, 5(3), 618–628.

Widnyana, I. K., Budiasa, M., & Sujana, P. (2010). Pemberdayaan Pengerajin Furniture Bambu dalam Usaha Peningkatan Jumlah serta Mutu Ekspor Kerajinan Bambu di Kabupaten Gianyar Bali. MAJALAH APLIKASI IPTEKS NGAYAH, 1(1), 52–62.

Widyaningrum, A., Sudibyo, G. H., Pamudji, G., & Hermanto, N. I. S. (2017). Pengawetan Bambu Dengan Metode Vertikal Soak Diffusion (VSD) Di Desa Bokol Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. PROSIDING Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VII, VII.

Published
2018-08-25
How to Cite
Suriani, E. (2018). Kajian Terhadap Variasi Metode dan Bahan Pengawet pada Proses Pengawetan Bambu-Kayu di Indonesia. EMARA: Indonesian Journal of Architecture, 4(1), 54-64. https://doi.org/10.29080/emara.v4i1.338